Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Jaminan Masuk Surga bagi Setiap Muslim

Di bawah ini kami sebutkan beberapa hadis yang disahihkan oleh kalangan Ahlus-Sunnah dan yang menegaskan keselamatan bagi kaum Muslim secara umum. Hadis-hadis ini memberi jaminan surga bagi mereka semua, baik yang berasal dari kalangan Syi'ah maupun Sunnah. Adapun tujuannya ialah mengimbau kaum Muslim agar mau bersatu serta mengingatkan mereka tentang akibat buruk pertengkaran di antara mereka. Dan bahwa permusuhan antara mereka benar-benar merupakan tindakan kejahilan dan perbuatan sia-sia, bahkan "menimbulkan kerusakan di bumi serta penghancuran sawah ladang dan keturunan". Tidak syak lagi, selama agama Islam telah menandaskan bahwa kedua kelompok itu telah memenuhi persyaratan keimanan dan bahwa kedua-duanya akan memperoleh tempat tertinggi di surga-surga, maka tidak ada lagi alasan pertengkaran di antara mereka yang dapat diterima oleh orang-orang yang bijak dan berakal sehat. Namun sungguh menyedihkan, kemalangan telah menimpa kaum Muslim dengan adanya sekelompok dar...

Sahnya Keislaman Ahlus Sunnah Menurut Ahlul Bait

Bagian ini ingin menegaskan satu hal penting: Menurut para Imam Ahlul Bait (yang dijadikan rujukan dalam Syi’ah), keislaman Ahlus Sunnah adalah sah dan diakui secara penuh. Artinya: Ahlus Sunnah dan Syi’ah sama-sama Muslim. Hak dan kewajiban mereka sama dalam hukum Islam. Tidak boleh saling mengkafirkan. Penulis menegaskan bahwa dalam mazhab Syi’ah yang adil dan moderat, hal ini sudah jelas, sehingga sebenarnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Pernyataan Para Imam Ahlul Bait 1) Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. Beliau mendefinisikan Islam secara lahiriah: Islam adalah: Mengakui La ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah, Mendirikan shalat, Membayar zakat, Berhaji, Berpuasa Ramadhan. Artinya: Selama seseorang melakukan itu, ia adalah Muslim secara sah. 2) Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. (riwayat lain) Islam adalah: Syahadat, Membenarkan Rasulullah. Konsekuensinya: Nyawa terlindungi, Pernikahan sah, Warisan berlaku, Persatuan umat terjaga. Makna penting: Islam tidak ditentukan oleh mazhab, tapi oleh ...

Jaminan Keselamatan bagi Pengucap Syahadat

Di bawah ini kami akan menukilkan beberapa hadis yang disahihkan oleh kalangan Ahlus-Sunnah wal Jama‘ah, yang menegaskan bahwa barangsiapa mengucapkan “La ilaha illa Allah, Muhammad Rasul Allah”, maka terjaminlah keselamatan jiwa, harta, dan kehormatannya (di tengah masyarakat Muslim). Kami menukilkan hadis-hadis ini demi menyadarkan sebagian orang yang lalai dan memberikan pengertian kepada mereka yang tidak mengerti. Juga agar diketahui bahwa keadaan kaum Muslim tidaklah seperti yang diwakili dan digambarkan oleh kaum pendengki dan pendendam yang hendak membangkitkan kembali ‘ashabiyah jahiliah. Merekalah yang telah mencerai-beraikan persatuan umat dan menyalakan api pertikaian serta fitnah di antara sesama Muslim, sehingga mereka terpecah-belah dan bergolong-golongan, saling mengkafirkan dan saling berlepas tangan tanpa alasan yang masuk akal. Semua itu semata-mata karena bujuk rayu setan atau embusan tipu daya manusia-manusia iblis yang ternyata lebih jahat dan lebih keji terhadap ...

Penjelasan tentang Makna Islam dan Iman

Telah diketahui dengan pasti bahwa hanya dengan Islam dan Iman seorang hamba dapat meraih puncak keridaan Allah SWT. Seluruh perbuatannya bergantung pada nilai-nilai keduanya. Betapapun jelasnya hal ini, aku tetap merasa perlu menekankannya dalam buku ini, semata-mata demi menyadarkan sebagian orang yang fanatik, yang senantiasa ingin membangkitkan kembali semangat kesukuan dan kepartaian jahiliah. Padahal, saudara-saudara kita dari kalangan Ahlus-Sunnah telah sepakat bahwa hakikat Islam dan Iman ialah pengucapan dua kalimat syahadat, pembenaran adanya Hari Kebangkitan, pelaksanaan shalat lima waktu menghadap kiblat, pelaksanaan ibadah haji, puasa di bulan Ramadhan, serta pengeluaran zakat dan seperlima (khumus) dari harta perolehan (ghanimah) yang diwajibkan.¹ Hal ini tercantum dengan jelas dalam enam kitab kumpulan hadis (ash-shihah as-sittah) maupun kitab-kitab hadis lainnya. Dalam Shahih Al-Bukhari, dengan sanadnya, dicantumkan sabda Rasulullah saw.: “Barangsiapa bersaksi bahwa tia...

Pentingnya Persatuan dan Persaudaraan di Antara Kaum Muslimin

Cukup banyak imbauan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan di antara kaum Muslim. Di antaranya adalah firman-firman Allah SWT dalam kitab suci-Nya: “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10) “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain.” (QS. At-Taubah: 71) “Muhammad adalah Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang di antara sesama mereka.” (QS. Al-Fath: 29) “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan siksa yang berat.” (QS. Ali Imran: 105) “Dan berpegangteguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103) “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi bergolo...

Mengenal Sayyid Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi

Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi dilahirkan pada tahun 1290 H di kota Kadzimiah, Irak, dari kedua ibu-bapak yang silsilah keturunannya bersambung kepada Rasulullah saw. Sejak usia delapan tahun, ia telah mempelajari berbagai ilmu tentang bahasa Arab, balaghah, logika, fiqh, ushul fiqh, dan ilmu-ilmu lain di kota Amila, sebelah selatan Libanon. Mencapai usia tujuh belas tahun, ia pun berkeliling ke kota-kota Najaf, Samira, dan kota lain di Irak untuk melanjutkan pelajarannya. Sejak itulah ia kemudian dikenal sebagai seorang pemuda yang disegani di kalangan terpelajar karena pengetahuannya yang luas, kecerdasannya yang memikat, ketelitiannya dalam pembahasan, keunggulannya dalam berdiskusi, di samping watak santun dan akhlaknya yang mulia. Dalam usia tiga puluh dua tahun, ia kembali ke tempat kelahirannya atas perintah ayahnya. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh penduduk, termasuk para alim-ulama dan para pemuka daerah setempat. Kefasihannya berpidato, ketegasannya membel...

Ali Syariati : Wasiat atau Musyawarah?

WASIAT atau MUSYAWARAH? Pemilihan atau Penunjukan dalam Suksesi Kepemimpinan Pasca-Nabi Karya: Dr. Ali Syari'ati Pertanyaan Awal Tanya: Nabi saw., pada Haji Wada', menunjuk Ali sebagai pengganti beliau. Tapi mengapa Ali kemudian tidak dipilih? Jawab: Menurut pendapat saya, ini merupakan suatu pertanyaan yang sangat mendasar. Seluruh paham Syi'ah ada di dalam jawabnya. Dengan kata lain, ini merupakan suatu masalah yang sulit, peka, dan tidak dapat dijawab secara singkat. Saya akan berusaha sejauh mungkin, dalam waktu dan tempat yang terbatas, untuk menjelaskan hal ini. Hanya saja saya hendak menekankan bahwa ini merupakan pandangan saya pribadi. Apabila kita berbicara tentang realitas dan kebenaran agama, kita harus lebih banyak berpikir dan mempertimbangkannya secara teliti. Bab 1: Dua Pandangan yang Sama-sama Logis Masalah ini sungguh merupakan suatu masalah yang mendasar. Bila kita lihat sejumlah alasan yang dikemukakan oleh saudara-saudara Sunni kita dalam mengukuhkan po...