Mengenal Sayyid Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi

Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi dilahirkan pada tahun 1290 H di kota Kadzimiah, Irak, dari kedua ibu-bapak yang silsilah keturunannya bersambung kepada Rasulullah saw. Sejak usia delapan tahun, ia telah mempelajari berbagai ilmu tentang bahasa Arab, balaghah, logika, fiqh, ushul fiqh, dan ilmu-ilmu lain di kota Amila, sebelah selatan Libanon.
Mencapai usia tujuh belas tahun, ia pun berkeliling ke kota-kota Najaf, Samira, dan kota lain di Irak untuk melanjutkan pelajarannya. Sejak itulah ia kemudian dikenal sebagai seorang pemuda yang disegani di kalangan terpelajar karena pengetahuannya yang luas, kecerdasannya yang memikat, ketelitiannya dalam pembahasan, keunggulannya dalam berdiskusi, di samping watak santun dan akhlaknya yang mulia.
Dalam usia tiga puluh dua tahun, ia kembali ke tempat kelahirannya atas perintah ayahnya. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh penduduk, termasuk para alim-ulama dan para pemuka daerah setempat. Kefasihannya berpidato, ketegasannya membela kebenaran, kasih sayangnya kepada kaum lemah, dan keteguhannya dalam beramar ma'ruf nahi munkar, serta sikap tawadhu'nya di hadapan para ulama, membuatnya menjadi seorang mujtahid yang amat disegani.
Pada tahun 1329 H, di saat memuncaknya tekanan-tekanan pemerintah kolonial yang kejam terhadap dirinya, ia pun memutuskan untuk pergi ke Mesir. Sesampainya di Mesir, ia pun disambut meriah oleh para alim-ulama, dan bahkan berkesempatan pula bertemu dengan Rektor Al-Azhar waktu itu, Syaikh Salim Al-Bisyri Al-Maliki. Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan perbincangan-perbincangan menarik antara keduanya, yang akhirnya membuahkan buku Dialog Sunnah-Syi'ah yang sangat terkenal itu.
Walaupun kehidupannya sarat akan kesulitan-kesulitan, namun ia tetap bergiat dalam bidang ilmu pengetahuan. Ada berpuluh-puluh karyanya, yang tema-tema bahasanya kebanyakan mengutamakan persatuan ataupun pendekatan antara kelompok-kelompok yang saling berbeda paham, di antaranya: Al-Kalimah Al-Gharra' fi Tafdhil Al-Zahra', Al-Nash wa Al-Ijtihad, Abu Hurairah, dan Masail Fiqhiyyah.
Ia meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 1957 dalam usia delapan puluh tujuh tahun di Amila, Libanon. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga di Najaf, Irak.

Sumber: Isu Ikhtilaf Suni Syiah - Sayyid Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percakapan Seputar Zakat

Ali Syariati : Wasiat atau Musyawarah?

Percakapan Seputar Khumus